Kabupaten Bogor - Teras Cileungsi adalah Media Komunikasi Komunitas Tanah Impian di Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor

Wanita Cantik di Mata Pria

Wanita Cantik di Mata Pria
Wanita-wanita Berparas Menawan Hati

News

Back to Kabupaten Bogor

Jusuf Kalla : Rakyat harus Bersyukur

INFO CILEUNGSI
Rakyat harus Bersyukur Kalian mempunyai Presiden yang Peduli Nasib Bangsa dan Nasib Keturunan mu!

Jokowi Presiden Terhebab Sepanjangsejarah Dunia, dalam Tempo 5 Tahun Cita-cita Bung Karno dan Pak HartoTerealisasi semuanya!

Saya Saksi Hidup Sejarah Indonesia Merdeka, sejak Jokowi Berkuasa, Mafia dan Pejabat Korup Lumpuh dan Bangkrut

_Jusuf Kalla_

Hasil Survey Pasangan RINDU Unggul, Pesan Ridwan Kamil : "Jangan Lengah di Hari H"

Ridwan Kamil saat di acara halal bihalal di kediaman Oesman Sapta, pada sabtu (16/6/2018)
Cileungsi, (TerasCileungsi) - Beberapa lembaga survei menyatakan, bahwa elektabilitas pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum berada di urutan teratas jelang Pilkada Jawa Barat 2018.

Di dalam Pilkada Jabar, pasangan nomor urur 1 tersebut melawan pasangan  Hasanuddin-Anton Charliyan, pasangan Sudrajat-Ahmat Syaikhu, dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Kang Emil, betigu panggilan akrab bagi Walikota Bandung ini, mengatakan, keberadaan saksi di tiap tempat pemungutan suara (TPS) menjadi salah satu faktor penting dalam memenangkan pilkada.

Ia mengungkapkan, timnya telah menyiapkan dan melatih saksi-saksi yang akan bertugas di tiap TPS, dan berharap, upaya yang dilakukan saat ini akan memberikan hasil yang maksimal saat Pilkada.

Pemungutan dan penghitungan suara Pilkada Serentak 2018 akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018. Sedangkan rekapitulasi akan dilaksanakan pada 28 Juni 2018.

"Tinggal berdoa saja, sebagai manusia beragama kita berdoa saja agar ikhtiar ini membuahkan hasil. Tapi apapun hasilnya kita sangat iklas karena namanya takdir sudah ada yang mengatur,"  kata Cagub Jabar ini.

Sebelumnya, Hasil survei Litbang Kompas Mei 2018 menunjukkan elektabilitas pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul mencapai 40,4 persen.

Sedangkan pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 39,1 persen responden pemilih.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei Charta Politika Juni 2018, elektabilitas Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum berada di urutan pertama, Deddy Mizwar-Dedi Mulyani berada di urutan kedua, menjelang Pilkada Jawa Barat 2018.

Menurut survey, Elektabilitas Ridwan-UU sebesar 37,3 persen. Sementara pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi sebesar 34,5 persen. Sementara dua pasang lainnya berada di posisi ketiga dan keempat. (DE)  

Apa itu Politisi Negarawan ?

Cileungsi, (TerasCileungsi) - Mungkin Sobat akan bertanya? Apakah ada perbedaan, antara Politisi Politikus dengan Politisi Negarawan? Keduanya khan sama-sama Politisi.

Sepintas memang tidak ada bedanya, sama-sama ingin merebut kekuasaan...

Berjuang membangun Bangsa Indonesia, tidak harus melalui karir menjadi “Politisi Politikus”, yang jalannya, hanya melalui lembaga-lembaga politik yang sudah dikuasi oleh politisi-politisi yang mapan dan tetap berjuang demi kekuasaannya semata.

Seorang pencari kekuasaan (Politisi), seyogyanya mempunyai cita-cita, bahwa kekuasaan yang dicapainya kelak, menjadi alat untuk membangun Bangsa-nya sendiri, bukan bangsanya orang lain – seperti sekarang ini – Freeport contohnya.

Sementara Politisi Politikus yang ada saat ini, mereka hanya ingin mempertahankan eksistensinya dalam kelihaiannya mamanajemeni kondisi yang chaos. Ibarat orang sedang bermain selancar, jika gagal sampai di tepi, ia pun kembali terombang-ambing dalam kekacauan itu sendiri.

Kita tahu sekarang ini, Politisi Politikus hanya untuk gaya-gayaan, tidak mengena pada eksistensi peran yang seyogyanya diterapkan untuk Bangsa ini.

Oleh karenanya saya membedakan secara dikotomi, antara “Politisi Politikus” (Kucing yang jadi Politisi) dengan “Politisi Negarawan” (Anjing yang jadi Politisi)

Kondisi sekarang ini memang ibarat tembok besar yang ada didepan kita, hal ini mengingat Negara-negara Barat dan Negara-negara Timur Tengah yang sudah lebih solid, bekerja sama dengan penghianat-penghianat Bangsa ini, untuk mengombang-ambingkan ombak yang sedang dipakai selancar oleh Politisi Politikus WNI itu sendiri.

Politisi Politikus yang bermain selancar pun, dengan serta merta riang gembira, ketika jatuh dari “papan selancar-nya”, karena mereka tahu bahwa yang membuat ombak tersebut adalah teman-temannya sendiri. Begitulah seorang Politisi Politikus melihat dua kekuatan tersebut di atas, sebagai kawan.

Mengapa sebagai kawan, karena seorang penghianat melihat bangsanya sendiri adalah musuh utamanya.

Kiranya sudah cukup diskripsi tentang Politisi Politikus tersebut. Sekarang apa konkritnya ???

Tembok besar tidak dapat dilawan dengan kekuatan senjata jadul. Kini saatnya kita menggunakan kekuatan akar rumput. Kita punya budaya “Kearifan Lokal”, semua nilai-nilai lokal, tidak terlepas dari pola hidup, pola makan dan makanan yang dimakan, hingga hiburan yang akan kita nikmati.

Kekayaan kita yang berupa fisik, sudah lama dirampok. Sementara, kekayaan kita yang berupa non-fisik, seperti kebudayaan, sudah lama pula dilunturkan oleh kedua kekuatan tersebut di atas.

Jadilah Politisi Negarawan, berjuang tidak harus dari partai, atau jalur politik lainnya. Berikan pembelajaran bagi sekeliling kita, bahwa kita harus mempertahankan segala kekayaan Bangsa ini.

Bagaimana caranya?

Kita bisa belajar sendiri mengenai "Kearifan Lokal" Bangsa kita, bukan nilai-nilai Barat atau Timur Tengah yang dibungkus, seolah-seolah menjadi kebiasaan kita di masa sekarang ini.

Penulis :
Sapto Satrio Mulyo | Foto : Dok. Pribadi

Hasil rapat dengan KPU untuk Tahapan Penyelenggaraan Pemilu

Secara garis besar jadwal Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019 sebagaimana terlampir dalam PKPU itu adalah:
1.Pendaftaran Calon Anggota DPD RI: 2 Juli 2018 – 8 Juli 2018;
2.Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPD RI: 21 September 2018 – 23 September 2018;
3.Pengajuan Daftar Calon Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota: 4 Juli 2018 – 17 Juli 2018:
4.Pengumuman DCT Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota: 21 September 2018 – 23 September 2018;

*5.Pendaftaran Pasangan Calon Presiden – Calon Wakil Presiden: 4 Agustus 2018 – 10 Agustus 2018;*
*6.Penetapan dan pengumuman pasangan calon peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden: 20 September 2018;*
*7.Penetapan nomor urut pasangan calon: 21 September 2018;*
*8.Kampanye Calon Anggota DPR, DPD, dan DPRD, serta pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden: 23 September 2018 – 13 April 2019;*
*9.Masa Tenang: 14 April 2019 – 16 April 2019;*
*10.Pemungutan dan Penghitungan Suara: 17 April 2019;*
*11.Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu tingkat nasional: 25 April – 22 Mei 2019;*
12.Peresmian Keanggotaan: a. DPRD Kabupaten/Kota: Juli-Agustus 2019; b. DPRD Provinsi: Juli-Agustus 2019; dan c. DPR dan DPD: Agustus-September 2019;

Tahapan Penyelenggaraan Pemilu Putaran Kedua:
1.Sosialisasi: 18 Juni 2019 – 3 Agustus 2019;
2.Kampanye Putaran II: 22 Juni 2019 – 3 Agustus 2019;
3.Masa Tentang: 4 Agustus 2019 – 6 Agustus 2019;
*4.Pemungutan Suara: 7 Agustus 2019;*
*5.Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu tingkat nasional: 15 Agustus – 1 September 2019;*
*6.Penetapan hasil Pemilu: 2 September 2019 – 4 Septembe 2019;*
7.Penetapan hasil Pemilu pasca Putusan Mahkamah Konstitusi (jika ada sengket): 17 September 2019 – 23 September 2019; dan
8.Sumpah Janji Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden: 20 Oktober 2010

PKPU No. 7/2017: Capres/Cawapres 2019 Didaftarkan 4-10 Agustus 2018, Pemilu Serentak 7 April 2019 

Wanita Cerdas Hormati Pria Berpengetahuan Luas

Wanita Cerdas Hormati Pria Berpengetahuan Luas
Jendela Nusantara

Proud to be Indonesia

Proud to be Indonesia
Back to Local Wisdom
Back To Top